Menjelaskan nyeri lutut

Sebagai salah satu sendi paling besar dan paling kompleks di tubuh kita, lutut rentan terhadap kerusakan, khususnya pada pelari, yang dapat menyebabkan nyeri lutut. Berikut ini penyebabnya dan bagaimana menangani nyeri lutut.

Obati nyeri Anda

Gejala nyeri lutut

Gejala pada masalah lutut dapat berbeda dan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan. Namun, nyeri lutut adalah hal yang umum.

Nyeri tiba-tiba pada lutut dapat terjadi jika Anda menggunakannya berlebihan atau mengalami cedera.

01

Ketidakstabilan dan kelemahan pada lutut, atau perasaan bahwa lutut Anda akan lepas, adalah masalah lutut yang umum.

02

Gejala lain dapat mencakup kekakuan, bunyi yang muncul, penguncian sendi dan ketidakstabilan untuk meluruskan lutut, bergantung pada penyebabnya.

03

Bagaimana nyeri lutut dapat memengaruhi Anda?

Nyeri lutut makin sering muncul seiring bertambahnya usia Anda, karena kondisi aus dan robekan selama bertahun-tahun, jika Anda kelebihan berat badan (karena ini akan menambah tekanan pada sendi), atau jika Anda berolahraga. Oleh karena lutut penting untuk bergerak, nyeri lutut dapat menghentikan Anda berolahraga, dan menyulitkan saat melakukan aktivitas sederhana, seperti berjalan dan menaiki tangga.

Obati nyeri Anda

TAHUKAH ANDA?

Sendi lutut terdiri dari tiga tulang, urat yang menghubungkan tulang ke otot dan ligamen yang menstabilkan dan menghubungkan tulang. Dua potong tulang rawan berbentuk c yang disebut menisci berfungsi sebagai bantalan pada persendian, sementara kantung berisi cairan yang disebut bursa, membantu lutut bergerak dengan lancar.*

69% orang di dunia merasakan nyeri lutut.**

*Lutut (Anatomi Manusia): Gambar, Fungsi, Ligamen, Otot. 2016. Lutut (Anatomi Manusia): Gambar, Fungsi, Ligamen, Otot. [ONLINE] Tersedia di: http://www.webmd.com/pain-management/knee-pain/picture-of-the-knee. [Diakses 18 April 2016].
**GSK Global Pain Index Research (Riset Indeks Nyeri Global GSK) 2014 – laporan lengkap hal. 47

Mengapa kita mengalami nyeri lutut?

Ada banyak penyebab nyeri lutut mulai dari cedera seperti ketegangan, terkilir, ligamen sobek, dan tulang rawan robek, hingga kondisi seperti osteoartritis, tendonitis (tendon yang meradang) dan bursitis (terdapat penumpukan cairan pada bursa, kantung cairan yang menutupi sendi lutut).

Cedera Olahraga

Cedera Olahraga

Cedera lutut adalah hal yang umum di kalangan atlet, misalnya mereka yang sering mengalami robekan pada ligamen lutut, akan merasakan nyeri lutut yang tiba-tiba. Sindrom nyeri tempurung lutut (Patellofemoral pain syndrome/runner’s knee) adalah suatu kondisi yang dapat memengaruhi seseorang yang sering menekuk lutut, misalnya sewaktu berlari, berjalan, melompat, atau bersepeda. Kondisi ini dirasakan sebagai nyeri di sekitar tempurung lutut dan dapat diakibatkan karena penggunaan berlebih, cedera, ketidaknormalan tulang kaki atau kaki dan otot yang lemah.

Penyebab lain

Penyebab lain

Cedera lutut dapat terjadi perlahan karena osteoartritis, misalnya. Jika Anda mengalami masalah dengan pinggul atau kaki yang menyebabkan Anda berjalan dengan canggung, ini dapat menghilangkan keselarasan lutut yang berakibat pada kerusakan. Jika Anda mengalami cedera lutut, meskipun jika cedera ringan, kemungkinan besar Anda akan mengalami cedera yang sama di masa yang akan datang.

Mencari penyebab nyeri

Mencari penyebab nyeri

Cedera pada ligamen atau robekan pada menisci (tulang rawan yang membantu melindungi dan menstabilkan sendi) dapat menyebabkan nyeri di bagian samping lutut. Nyeri di bagian depan lutut dapat terjadi karena bursitis, atau masalah tulang rawan. Osteoartritis dapat menimbulkan nyeri pada bagian belakang lutut.

Penanganan ahli

Tergantung pada penyebab nyeri lutut Anda, ada berbagai macam cara untuk mendiagnosis dan menanganinya. Anda dapat mencoba terapi PRICE di rumah, yaitu Protect, Rest, Ice, Compress, dan Elevate (Lindungi, Istirahat, Es, Kompres, dan Tinggikan) lutut untuk meredakan nyeri. Anda juga dapat menggunakan produk penghilang rasa sakit yang dijual bebas atau produk pereda nyeri topikal dari apoteker Anda untuk membantu meredakan nyeri akut (jangka pendek, tidak serius) dan mengurangi peradangan. Jika nyeri berlangsung lama atau semakin parah, Anda harus menemui dokter atau spesialis. Mereka akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menguji mobilitas sendi Anda serta memeriksa adanya pembengkakan, kulit yang lunak, memar yang terlihat, dan rasa hangat, lalu merekomendasikan terapi fisik dan penyangga lutut untuk meredakan nyeri lutut. Dokter juga dapat memerintahkan tes pencitraan seperti sinar-X, MRI, ultrasound, atau CT scan. Selain itu, dokter Anda dapat menyarankan latihan penguat lutut serta pengobatan seperti obat-obatan NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug/Obat Non-Steroid Anti-Inflamasi) untuk membantu meredakan nyeri dan menangani kondisi yang sebenarnya

Apa itu sindrom nyeri tempurung lutut?

Atlet dan pelari khususnya rentan terhadap cedera lutut.

Gejala nyeri tempurung lutut di antaranya:

  • Nyeri di balik atau di sekitar tempurung lutut
  • Nyeri saat Anda menekuk lutut
  • Nyeri yang memburuk saat berjalan menurun atau menaiki tangga
  • Bengkak
  • Bunyi menggeretak pada lutut

Tangani dengan mengistirahatkan lutut dan menggunakan obat anti-inflamasi

Jelajahi beragam produk kami

Cari tahu bagaimana produk kami dapat membantu Anda

Temukan beragam produk Voltaren untuk mengetahui produk yang tepat untuk mengobati nyeri Anda.

Selengkapnya

Voltaren Emulgel produk

Pelajari lebih lanjut

Olahraga dan tubuh Anda

Pelajari lebih lanjut tentang manfaat olahraga dan bagaimana agar tetap bugar dapat membantu Anda sehat dan bebas nyeri.

Selengkapnya

Cara menggunakan Voltaren Emulgel untuk meringankan nyeri osteoartritis

Osteoartritis adalah salah satu penyebab nyeri sendi yang paling umum. Berikut ini penjelasan bagaimana Voltaren Emulgel dapat membantu meredakan nyeri yang berkaitan dengan osteoartritis.

Selengkapnya

Menjelaskan Osteoartritis

Osteoartritis adalah bentuk artritis paling umum. Cari tahu selengkapnya tentang penyebabnya dan cara meredakan nyeri.

*GSK Global Pain Index Research (Riset Indeks Nyeri Global GSK) 2014, laporan, hal. 8

Selengkapnya
44% orang berusia 55 tahun lebih merasakan nyeri setiap hari 44% orang berusia 55 tahun lebih merasakan nyeri setiap hari